MAKALAH
SEJARAH NASIONAL DAN INTERNASIONAL
TENIS LAPANGAN
DI SUSUN SEBAGAI SALAH SATU TUGAS MATA KULIAH TENIS LAPANGAN DENGAN DOSEN
PENGAMPU DRS.MUHAMAD ROHADI

OLEH:
DANIEL GANDUR
NIM:0811201300575
SEMESTER : IV (EMPAT) A
FAKULTAS : ILMU PENDIDIKAN
JURUSAN : PENDIDIKAN KEPELATIHAN
OLAHRAGA
INSTITUT KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
PGRI KALIMANTAN TIMUR SAMARINDA
2009/2010
KATA PENGANTAR
Puji
dan syukur penulis panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa, karena berkat dan
rahmat-Nya lah penulis dapat menyelesaikan penulisan Makalah ini yang berjudul “Sejarah
Nasional Dan Internasional Tenis Lapangan.
Makalah
dapat diselesaikan dengan tidak lepas dari bantuan dan dukungan berbagai pihak,
baik bantuan berupa tenaga, pikiran, semangat dan sebagainya, sehingga penulis
menyampaikan terima kasih kepada :
1.
Bapak Drs. Muhammad Rohadi sebagai Dosen Pembimbing mata
kuliah Tenis Lapangan
2.
Teman-teman seperjuangan yang turut membantu penulis
dalam menyelesaikan makalah ini.
Penulis
menyadari bahwa dalam makalah ini masih terdapat banyak kekurangan, akan tetapi
penulis berharap semoga apa yang tertulis dalam makalah ini bermanfaat bagi
mereka yang memerlukan dengan harapan semoga dapat bermanfaat.
Samarinda, Januari 2010
Penulis
DAFTAR
ISI
HALAMAN JUDU ……………………………………......... i
KATA PENGANTAR …………………………………..……... ii
DAFTAR ISI ……………………………..…………... iii
BAB I PENDAHULUAN
A. LATAR
BELAKANG ……………….………………... 1
B. TUJUAN ………………………………………………… 2
BAB II PEMBAHASAN
A. SEJARAH
INTERNASIONAL TENIS LAPANGAN ………. 3
B. SEJARAH
NASIONAL TENIS MEJA …….……………...... 4
BAB III PENUTUP
A. KESIMPULAN …………………………………............. 7
B. SARAN …………………………………............. 7
DAFTAR PUSTAKA ………………………………………….. 8
BAB
I
PENDAHULUAN
A.
LATAR BELAKANG
Latar
belakang lahirnya Indonesia Moeda jelas berangkat dari larangan bagi kegiatan
politik yang diberlakukan kepada mereka. Mereka berkeyakinan, hanya dengan
menggerakkan aktivitas sosial masyarakat baru bisa dicapai persatuan seluruh
rakyat menuju kemerdekaan. Di dalamnya juga termasuk kegiatan olah raga. Setiap
pemuda yang sehat dan ingin sehat tentu menggernari olah raga, yang di dalamnya
sportivitas dan sifat kompetitif merupakan satu sisi dari mata uang, dan pada
gilirannya dapat membangkitkan patriotisme.
Semangat
cinta Nusa dan bangsa ini nyatanya memang berkembang di kalangan olahragawan
Indonesia, termasuk di antara para petennis. Pada semacam kejuaraan nasional
yang diadakan oleh De Alegemeene Nederlandsche Lawn Tennis Bond (ANILTB) di
Malang, Jawa Timur, akhir 1934, tiga wakil pribumi mampu berjaya.
Prestasi ini
tak ayal mendorong Indonesia Moeda mcngadakan Pekan olah raganya sendiri, yang
berlangsung pada tiap hari ulang tahun atau pertemuan tahunannya. Tennis,
tentu, termasuk di antaranya cabang-cabang yang dipertandingkan. Salah Satu di
antaranya yang dilaksanakan pada Desember 1935 di Semarang - yang juga sekaligus
menjadi saat dicetuskannya pembentukan Persatuan Lawn Tcnnis Indonesia (PELTI).
B. TUJUAN.
Dalam, makalah
ini ada beberapa tujuan penulisannya diantaranya.
1.
Bagi siswa atau peserta didik, tujuannya
yaitu, memudahkan dan melatih peserta didik dalam mengenal sejarah mengenai
permainan tenis lapangan.
2.
Bagi Dosen atau pendidik,
tujuannya yaitu, memudahkan guru dalam menyampaikan dan menyajikan materi ajar.
BAB
II
PEMBAHASAN
A.
SEJARAH
INTERNASIONAL TENIS LAPANGAN
Tadinya, sekitar abad ke-I6, tennis dimainkan di Italia, Prancis, dan
lnggris, ketika lapangan mainnya dibangun di balik dinding-dinding istana
kcrajaan. Tapi tennis modern diperkenalkan oleh Mayor Wingfield di Inggris pada
1873, dan setahun kemudian oleh Nona Mary Outerhridge di Amerika Serikat.
Lapangan-lapangan permainannya pun dibangun di kedua negeri itu. Kejuaraan
tennis pertama dilangsungkan di Wimbledon, kota kecil sekitar 12 km di barat
daya London,
Inggris. Persatuan Tennis AS didirikan, 1881. berbagai kejuaraan amatir
diselenggarakan di beberapa negara, yang mengundang datangnya beribu-ribu penonton.
Mula-mula hanya memainkan partai tunggal putra, diikuti partai tunggal putri
tiga tahun kemudiannya.
Tahun 1900 adalah saat bersejarah bagi tennis. Pada tahun itulah Dwight
Davis, bintang ganda AS, mcnghadiahkan sebuah piata Perak untuk diperebutkan
dalam turnamen antarnegara, yang kcmudian tenar sebagai "Davis Cup"
. Dalam pertandingan internasional pertama antara AS dan Inggris, Amerika
unggul 3-0.
Kian populer dan majunya olah raga tennis, tak ayal telah mendorong
didirikannya "Federation Internationale de Lawn Tennis" (Federasi
Tennis Intcrnasionsl) pada 1912.
B. SEJARAH PERMAINAN TENIS LAPANGAN DI
INDONESIA
Di Indonesia lahirnya permaian tenis lapangan besar
kemungkinan, orang Belandalah yang memperkenalkan tennis di Indonesia,
walaupun tidak mustahil pula permainan ini dibawa para pelaut Inggris yang
singgah di kota-kota besar Kepulauan Nusantara. Sayang arsip-arsip berbagai
perkumpulan milik warga negara Belanda yang pernah berdiri di negeri ini telah
hilang, hingga kita tidak bisa melacak mana di antara dua perkiraan itu lebih
benar.
Namun yang jelas, di negeri mana pun, olah raga ini
mulai dimainkan dan lebih dikenal di kalangan bangsawan, hartawan, dan kaum
terpelajar. Juga di Indonesia. Apalagi di zaman penjajahan Belanda. Di masa
itu hanya segelintir kaum pribumi yang mampu mengayunkan raket tennis, sedang
jumlahnya yang lebih besar terdiri dari orang Belanda dan Cina. Itu pun hanya
di kota-kota besar.
Jumlah kaum pribumi penggemar tennis mulai meningkat
pada tahun-tahun 1920-an ? seiring kian banyaknya murid-murid Indonesia mcmasuki
sekolah sekolah menengah, khususnya di kota-kota besar seperti Jakarta dan
Surabaya. Mereka - umumnya para siswa Stovia, Rechrsschool, dan
-NIAS - pada gilirannya memperkenalkan olah raga ini ke kalangan yang
Iebih luas. Tennis pun mulai dimainkan atau dipertandingkan dalam kegiatan
berbagai organisasi pemuda di masa itu. Olah raga inipun mulai dilihat sehagai
penghimpun massa, terutama oleh kaum nasionalis yang mencitacitakan
Kemerdekaan Indonesia.
Lahirnya Boedi Oetomo, 1908, dan kemudian Soempah Pemoeda,
1928, memang senantiasa menghangati setiap langkah dan gerak kaum muda di kurun
itu. Maka tidak heran bila penjajah Belanda selalu mengintip dan memantau
setiap gcrak-gerik pergerakan pemuda, yang nonpolitik apalagi yang berbau
politik. Terhadap gerakan yang diduga kecenderungan politik, tindakan
pcmbatasan segera dilakukan. Toh serangkaian rintangan itu tidak membuat kaum
muda patriotik kehilangan akal. Disemangati sumpah Satoe Noesa, Satoe Bangsa,
Satoe Bahasa, mereka melebur beberapa organisasi pemuda yang berpolitik ke
dalam satu wadah baru yang disebut Indonesia Moeda, pada 1930.
Latar belakang lahirnya Indonesia Moeda jelas
berangkat dari larangan bagi kegiatan politik yang diberlakukan kepada mereka.
Mereka berkeyakinan, hanya dengan menggerakkan aktivitas sosial masyarakat baru
bisa dicapai persatuan seluruh rakyat menuju kemerdekaan. Di dalamnya juga
termasuk kegiatan olah raga. Setiap pemuda yang sehat dan ingin sehat tentu
menggernari olah raga, yang di dalamnya sportivitas dan sifat kompetitif
merupakan satu sisi dari mata uang, dan pada gilirannya dapat membangkitkan
patriotisme.
Semangat cinta Nusa dan bangsa ini nyatanya memang
berkembang di kalangan olahragawan Indonesia, termasuk di antara para
petennis. Pada semacam kejuaraan nasional yang diadakan oleh De Alegemeene
Nederlandsche Lawn Tennis Bond (ANILTB) di Malang, Jawa Timur, akhir 1934,
tiga wakil pribumi mampu berjaya. Di partai tunggal putra, dua saudara Soemadi
dan Samboedjo Hoerip maju babak final, yang pertandingan akhirnya dimenangkan
oleh Samboedjo. Yang lebih mengesankan adalah dua partai berikutnya, yang
memperagakan keunggulan anak jajahan atas penjajahnya. Yang pertama, pasangan
ganda putra Hoerip Bersaudara, yang menggilas pasangan Belanda,
Bryan/Abendanon, 6-3, 6-4 di final. Juara ganda campuran juga diraih keluarga
Hoerip, Samboedjo dan Soelastri, yang mendepak
pasangan "penjajah" , Bryan/Nn. Schermbeek,
6-4, 6-2 ? sekaligus mencetak gelar pemegang juara tumarnen ANILIB tiga kali
beruntun, 1932-19.34.
Prestasi ini tak ayal mendorong Indonesia Moeda
mcngadakan Pekan olah raganya sendiri, yang berlangsung pada tiap hari ulang
tahun atau pertemuan tahunannya. Tennis, tentu, termasuk di antaranya
cabang-cabang yang dipertandingkan. Salah Satu di antaranya yang dilaksanakan
pada Desember 1935 di Semarang - yang juga sekaligus menjadi saat
dicetuskannya pembentukan Persatuan Lawn Tcnnis Indonesia (PELTI).
Kejuaraan ini sendiri diprakarsai oleh dr. Hoerip
yang diakui sebagai Bapak Tennis Indonesia. menghimpun 70 petennis dari seluruh
Jawa, kejuaraan ini dipantau dan mendapat perhatian serius dari pihak kolonnial
Belanda. Itu tercermin dari pemuatan peristiwa penting olah raga tennis
tersebut dalam surat kabar De Locomotif 30 Desember 1935. dengan Judul yang
kalau diterjemahkan berbunyi : "Kejuaraan Tennis Seluruh Jawa dari
Pcrsatuan Lawn Tennis Indonesia" . Namun, di pihak lain,
ini juga berarti pengakuan pihak Belanda bahwa ANILTB telah mendapatkan
saingannya.
Tanggal 26
Desember 1935 kemudian dicatat sebagai kari lahirnya PELTI
Gagasan pendirian PELTI sendiri, yang dikemukakan pada Kejuaraan Tennis
di Semarang itu. berasal dari Mr. Budiyanto Martoatmodjo. tokoh tennis dari
Jember - ia kemudian dianggap sebagai pencetak dasar utama pendirian organisasi
PELTI. Ketika mcnguraikan azas dan tujuan pendiriannya ia mcngatakan bahwa
PELTI, sebagaimana organisasi kebangsaan lainnya, sama sekali "Tidal
bersifat mengasingkan diri." Maka PELTI akan selalu siap
bekerja lama dengan persatuan tennis manapun dan apa saja, asal atas dasar saling
menghargai.
Diungkapkan pula. tujuan praktis utama PELTI adalah mengembangkan dan
memajukan permainan lawan tennis di tanah air dan bagi bangsa sendiri. Dengan
cara ini. Iebih jauh, diharapkan akan dicapal tali persaudaraan yang erat di
antara segala perhimpunan dan pemain tennis bangsa Indonesia. PELTI juga akan
menyebarluaskan peraturan permainan, memberi keterangan dan bantuan dalam
pembuatan lapangan tennis. Juga mengadakan dan mengatur serta menyumbang bagi
terlaksananya pertandingan, di samping berusaha memasyarakatkan permainan
tennis itu sendiri.
Gagasan pendirian PELTI mendapat dukungan yang memadai, khususnya di
kalangan yang berani mengambil resiko berhadapan dengan pemerintah kolonial,
termasuk dari kalangan yang terpandang. Di Semarang saja, para simpatisan
semacam itu tidak sedikit jumahnya. Misalnya: Dr. Buntaran Martoatmodjo (yang
kemudian, sejak 1935, menjadi ketua PELTI lima tahun berturut-turut), Dr.
Rasjid, Dr. Mokhtar, Dr. Sardjito, R.M. Soeprapto, Nitiprodjo, dan beberapa
lainnya. Dari Para tokoh berbagai kota Iainnya, dukungan diwakili oleh: Mr.
Budhiyarto Martoatmodjo (Jember), R.M. Wazar (Bandung), Djajamihardja
(Jakarta), Mr. Susanto Tirtoprojo (Surabaya), Mr. Soedja (Purwokerto), Berta
Mr. Oesman Sastroamidjojo, ahli olah raga tennis yang namanya terkenal di
Eropa.
Pada umumnya, mereka memandang simpatik gagasan Dr. Hoerip, yang
sebernarnya sudah dicetuskan sejak 1930, diilhami oleh berdirinya PSSI pada 30
April tahun itu. Tapi para tokoh tadi berbeda pendapar dalam beberapa hal,
terutama mengenai saat yang tepat bagi pendirian Induk organisasi tennis Itu.
Dari berbagai sikap yang lahir - revolusioner, moderat,
plintat-plintut - akhirnya golongan tengahlah yang merupakan mayoritas.
Pengalaman pahit saat-saat pendirian PSSI tampaknya menjadi cermin pembanding
bagi para pelopor PELTI, hingga mereka memilih bersikap Iebih hati-hati menghadapi
reaksi pemerintah Belanda - mereka tentunya tidak senang melihat setiap
kegiatan yang bersifat mempersatukan kekuatan. Para pendiri PELTI tidak Ingin
organisasi yang akan mereka dirikan mati dalam kandungan. Itulah sebabnya PELTI
baru berdiri lima tahun kemudian, 1935.
BAB
III
PENUTUP
A.
KESIMPULAN
Dari
pembahasan diatas, penulis dapat menyimpulkan sebagai berikut:
Tahun 1900 adalah saat bersejarah bagi tennis. Pada tahun itulah Dwight
Davis, bintang ganda AS, mcnghadiahkan sebuah piata Perak untuk diperebutkan
dalam turnamen antarnegara, yang kcmudian tenar sebagai "Davis Cup"
. Dalam pertandingan internasional pertama antara AS dan Inggris,
Amerika unggul 3-0.
Kian populer dan majunya olah raga tennis, tak ayal telah mendorong
didirikannya "Federation Internationale de Lawn Tennis" (Federasi
Tennis Intcrnasionsl) pada 1912.
B.
SARAN
Penulis menyarankan
kepada pembaca pada mumnya serta pendidik pada khususnya, agar dapat memahami
serta mengetahui sejarah dari permainan tenis, karena bagaimanapun juga sebuah
permainan itu pastilah ada sejarahnya. Sejarah permainan ini berkaitan erat
dengan perkembangan olahraga kedepanny.
DAFTAR PUSTAKA
Webesite:
www. Sejarah tenis lantai. Google.com

Tidak ada komentar:
Posting Komentar