Jumat, 28 Juni 2013

MAKALAH TENIS LAPANGAN



MAKALAH
SEJARAH NASIONAL DAN INTERNASIONAL
TENIS LAPANGAN

FedererBlast

DI SUSUN SEBAGAI SALAH SATU TUGAS MATA KULIAH TENIS LAPANGAN DENGAN DOSEN PENGAMPU DRS.MUHAMAD ROHADI

OLEH:
DANIEL GANDUR
NIM:0811201300575
SEMESTER : IV (EMPAT) A

FAKULTAS : ILMU PENDIDIKAN
JURUSAN : PENDIDIKAN KEPELATIHAN OLAHRAGA

INSTITUT KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
PGRI KALIMANTAN TIMUR SAMARINDA
2009/2010

KATA PENGANTAR

Puji dan syukur penulis panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa, karena berkat dan rahmat-Nya lah penulis dapat menyelesaikan penulisan Makalah ini yang berjudul “Sejarah Nasional Dan Internasional Tenis Lapangan.
Makalah dapat diselesaikan dengan tidak lepas dari bantuan dan dukungan berbagai pihak, baik bantuan berupa tenaga, pikiran, semangat dan sebagainya, sehingga penulis menyampaikan terima kasih kepada :
1.      Bapak Drs. Muhammad Rohadi sebagai Dosen Pembimbing mata kuliah Tenis Lapangan
2.      Teman-teman seperjuangan yang turut membantu penulis dalam menyelesaikan makalah ini.
Penulis menyadari bahwa dalam makalah ini masih terdapat banyak kekurangan, akan tetapi penulis berharap semoga apa yang tertulis dalam makalah ini bermanfaat bagi mereka yang memerlukan dengan harapan semoga dapat bermanfaat.

Samarinda, Januari 2010

Penulis


DAFTAR ISI
HALAMAN JUDU                …………………………………….........       i
KATA PENGANTAR           …………………………………..……...       ii
DAFTAR ISI                          ……………………………..…………...       iii
BAB I PENDAHULUAN
A.    LATAR BELAKANG           ……………….………………...        1
B.     TUJUAN        …………………………………………………        2
BAB II PEMBAHASAN
A.    SEJARAH INTERNASIONAL TENIS LAPANGAN  ……….     3
B.     SEJARAH NASIONAL TENIS MEJA   …….……………......      4
BAB III PENUTUP
A.    KESIMPULAN          ………………………………….............       7
B.     SARAN                      ………………………………….............       7
DAFTAR PUSTAKA                        …………………………………………..      8



BAB I
PENDAHULUAN
A.        LATAR BELAKANG
Latar belakang lahirnya Indonesia Moeda jelas berangkat dari larangan bagi kegiatan politik yang diber­lakukan kepada mereka. Mereka berkeyakinan, hanya dengan menggerakkan aktivitas sosial masyarakat baru bisa dicapai persatuan seluruh rakyat menuju kemerdeka­an. Di dalamnya juga termasuk kegiatan olah raga. Setiap pemuda yang sehat dan ingin sehat tentu menggernari olah raga, yang di dalamnya sportivitas dan sifat kompe­titif merupakan satu sisi dari mata uang, dan pada gilirannya dapat membangkitkan patriotisme.
Semangat cinta Nusa dan bangsa ini nyatanya memang berkembang di kalangan olahragawan Indonesia, ter­masuk di antara para petennis. Pada semacam kejuaraan nasional yang diadakan oleh De Alegemeene Nederland­sche Lawn Tennis Bond (ANILTB) di Malang, Jawa Timur, akhir 1934, tiga wakil pribumi mampu berjaya.
Prestasi ini tak ayal mendorong Indonesia Moeda mcngadakan Pekan olah raganya sendiri, yang berlangsung pada tiap hari ulang tahun atau pertemuan tahunannya. Tennis, tentu, termasuk di antaranya cabang-cabang yang dipertandingkan. Salah Satu di antaranya yang dilaksanakan pada Desember 1935 di Semarang - yang juga sekali­gus menjadi saat dicetuskannya pembentukan Persatuan Lawn Tcnnis Indonesia (PELTI).
B.       TUJUAN.
Dalam, makalah ini ada beberapa tujuan penulisannya diantaranya.
1.        Bagi siswa atau peserta didik, tujuannya yaitu, memudahkan dan melatih peserta didik dalam mengenal sejarah mengenai permainan tenis lapangan.
2.        Bagi Dosen atau pendidik, tujuannya yaitu, memudahkan guru dalam menyampaikan dan menyajikan materi ajar.

 

 

 

 







BAB II
PEMBAHASAN
A.      SEJARAH INTERNASIONAL TENIS LAPANGAN
Tadinya, sekitar abad ke-I6, tennis dimainkan di Italia, Prancis, dan lnggris, ketika lapangan mainnya dibangun di balik dinding-dinding istana kcrajaan. Tapi tennis modern diperkenalkan oleh Mayor Wingfield di Inggris pada 1873, dan setahun kemudian oleh Nona Mary Outerhridge di Amerika Serikat. Lapangan­-lapangan permainannya pun dibangun di kedua negeri itu. Kejuaraan tennis pertama dilangsungkan di Wimbledon, kota kecil sekitar 12 km di barat daya London, Inggris. Persatuan Tennis AS didirikan, 1881. berbagai kejuaraan amatir diselenggarakan di beberapa negara, yang mengundang datangnya beribu-ribu penon­ton. Mula-mula hanya memainkan partai tunggal putra, diikuti partai tunggal putri tiga tahun kemudiannya.
Tahun 1900 adalah saat bersejarah bagi tennis. Pada tahun itulah Dwight Davis, bintang ganda AS, mcng­hadiahkan sebuah piata Perak untuk diperebutkan dalam turnamen antarnegara, yang kcmudian tenar sebagai "Davis Cup" . Dalam pertandingan internasional pertama antara AS dan Inggris, Amerika unggul 3-0.
Kian populer dan majunya olah raga tennis, tak ayal telah mendorong didirikannya "Federation Internationale de Lawn Tennis" (Federasi Tennis Intcrnasionsl) pada 1912.
B.       SEJARAH PERMAINAN TENIS LAPANGAN DI INDONESIA 
Di Indonesia lahirnya permaian tenis lapangan besar kemungkinan, orang Belandalah yang memper­kenalkan tennis di Indonesia, walaupun tidak mustahil pula permainan ini dibawa para pelaut Inggris yang singgah di kota-kota besar Kepulauan Nusantara. Sayang arsip-arsip berbagai perkumpulan milik warga negara Belanda yang pernah berdiri di negeri ini telah hilang, hingga kita tidak bisa melacak mana di antara dua perkiraan itu lebih benar.
Namun yang jelas, di negeri mana pun, olah raga ini mulai dimainkan dan lebih dikenal di kalangan bangsawan, hartawan, dan kaum terpelajar. Juga di Indo­nesia. Apalagi di zaman penjajahan Belanda. Di masa itu hanya segelintir kaum pribumi yang mampu mengayun­kan raket tennis, sedang jumlahnya yang lebih besar terdiri dari orang Belanda dan Cina. Itu pun hanya di kota-kota besar.
Jumlah kaum pribumi penggemar tennis mulai me­ningkat pada tahun-tahun 1920-an ? seiring kian banyaknya murid-murid Indonesia mcmasuki sekolah ­sekolah menengah, khususnya di kota-kota besar seperti Jakarta dan Surabaya. Mereka - umumnya para siswa Stovia, Rechrsschool, dan -NIAS - pada gilirannya memperkenalkan olah raga ini ke kalangan yang Iebih luas. Tennis pun mulai dimainkan atau dipertanding­kan dalam kegiatan berbagai organisasi pemuda di masa itu. Olah raga inipun mulai dilihat sehagai penghimpun massa, terutama oleh kaum nasionalis yang mencita­citakan Kemerdekaan Indonesia.
Lahirnya Boedi Oetomo, 1908, dan kemudian Soempah Pemoeda, 1928, memang senantiasa menghangati setiap langkah dan gerak kaum muda di kurun itu. Maka tidak heran bila penjajah Belanda selalu mengintip dan memantau setiap gcrak-gerik pergerakan pemuda, yang nonpolitik apalagi yang berbau politik. Terhadap gerakan yang diduga kecenderungan politik, tindakan pcmbatasan segera dilakukan. Toh serangkaian rintangan itu tidak membuat kaum muda patriotik kehilangan akal. Disemangati sumpah Satoe Noesa, Satoe Bangsa, Satoe Bahasa, mereka melebur beberapa organisasi pemuda yang berpolitik ke dalam satu wadah baru yang disebut Indonesia Moeda, pada 1930.
Latar belakang lahirnya Indonesia Moeda jelas berangkat dari larangan bagi kegiatan politik yang diber­lakukan kepada mereka. Mereka berkeyakinan, hanya dengan menggerakkan aktivitas sosial masyarakat baru bisa dicapai persatuan seluruh rakyat menuju kemerdeka­an. Di dalamnya juga termasuk kegiatan olah raga. Setiap pemuda yang sehat dan ingin sehat tentu menggernari olah raga, yang di dalamnya sportivitas dan sifat kompe­titif merupakan satu sisi dari mata uang, dan pada gilirannya dapat membangkitkan patriotisme.
Semangat cinta Nusa dan bangsa ini nyatanya memang berkembang di kalangan olahragawan Indonesia, ter­masuk di antara para petennis. Pada semacam kejuaraan nasional yang diadakan oleh De Alegemeene Nederland­sche Lawn Tennis Bond (ANILTB) di Malang, Jawa Timur, akhir 1934, tiga wakil pribumi mampu berjaya. Di partai tunggal putra, dua saudara Soemadi dan Samboedjo Hoerip maju babak final, yang pertandingan akhirnya dimenangkan oleh Samboedjo. Yang lebih mengesankan adalah dua partai berikutnya, yang memperagakan keunggulan anak jajahan atas penjajahnya. Yang pertama, pasangan ganda putra Hoerip Bersaudara, yang menggilas pasangan Belanda, Bryan/Abendanon, 6-3, 6-4 di final. Juara ganda campuran juga diraih keluarga Hoerip, Samboedjo dan Soelastri, yang mendepak pasangan "penjajah" , Bryan/Nn. Schermbeek, 6-4, 6-2 ? sekaligus mencetak gelar pemegang juara tumarnen ANILIB tiga kali beruntun, 1932-19.34.
Prestasi ini tak ayal mendorong Indonesia Moeda mcngadakan Pekan olah raganya sendiri, yang berlangsung pada tiap hari ulang tahun atau pertemuan tahunannya. Tennis, tentu, termasuk di antaranya cabang-cabang yang dipertandingkan. Salah Satu di antaranya yang dilaksanakan pada Desember 1935 di Semarang - yang juga sekali­gus menjadi saat dicetuskannya pembentukan Persatuan Lawn Tcnnis Indonesia (PELTI).
Kejuaraan ini sendiri diprakarsai oleh dr. Hoerip yang diakui sebagai Bapak Tennis Indonesia. menghimpun 70 petennis dari seluruh Jawa, kejuaraan ini dipantau dan mendapat perhatian serius dari pihak kolonnial Belanda. Itu tercermin dari pemuatan peristiwa penting olah raga tennis tersebut dalam surat kabar De Locomotif 30 Desember 1935. dengan Judul yang kalau diterjemahkan berbunyi : "Kejuaraan Tennis Seluruh Jawa dari Pcrsatuan Lawn Tennis Indonesia" . Namun, di pihak lain, ini juga berarti pengakuan pihak Belanda bahwa ANILTB telah mendapatkan saingannya.
Tanggal 26 Desember 1935 kemudian dicatat sebagai kari lahirnya PELTI
Gagasan pendirian PELTI sendiri, yang dikemukakan pada Kejuaraan Tennis di Semarang itu. berasal dari Mr. Budiyanto Martoatmodjo. tokoh tennis dari Jember - ia kemudian dianggap sebagai pencetak dasar utama pendirian organisasi PELTI. Ketika mcnguraikan azas dan tujuan pendiriannya ia mcngatakan bahwa PELTI, sebagaimana organisasi kebangsaan lainnya, sama sekali "Tidal bersifat mengasingkan diri." Maka PELTI akan selalu siap bekerja lama dengan persatuan tennis manapun dan apa saja, asal atas dasar saling menghargai.
Diungkapkan pula. tujuan praktis utama PELTI adalah mengembangkan dan memajukan permainan lawan tennis di tanah air dan bagi bangsa sendiri. Dengan cara ini. Iebih jauh, diharapkan akan dicapal tali persaudaraan yang erat di antara segala perhimpunan dan pemain tennis bangsa Indonesia. PELTI juga akan menyebarluaskan peraturan permainan, memberi keterangan dan bantuan dalam pembuatan lapangan tennis. Juga meng­adakan dan mengatur serta menyumbang bagi terlaksana­nya pertandingan, di samping berusaha memasyarakatkan permainan tennis itu sendiri.
Gagasan pendirian PELTI mendapat dukungan yang memadai, khususnya di kalangan yang berani mengambil resiko berhadapan dengan pemerintah kolonial, termasuk dari kalangan yang terpandang. Di Semarang saja, para simpatisan semacam itu tidak sedikit jumahnya. Misalnya: Dr. Buntaran Martoatmodjo (yang kemudian, sejak 1935, menjadi ketua PELTI lima tahun berturut­-turut), Dr. Rasjid, Dr. Mokhtar, Dr. Sardjito, R.M. Soeprapto, Nitiprodjo, dan beberapa lainnya. Dari Para tokoh berbagai kota Iainnya, dukungan diwakili oleh: Mr. Budhiyarto Martoatmodjo (Jember), R.M. Wazar (Bandung), Djajamihardja (Jakarta), Mr. Susanto Tirtoprojo (Surabaya), Mr. Soedja (Purwokerto), Berta Mr. Oesman Sastroamidjojo, ahli olah raga tennis yang namanya terkenal di Eropa.
Pada umumnya, mereka memandang simpatik gagasan Dr. Hoerip, yang sebernarnya sudah dicetuskan sejak 1930, diilhami oleh berdirinya PSSI pada 30 April tahun itu. Tapi para tokoh tadi berbeda pendapar dalam beberapa hal, terutama mengenai saat yang tepat bagi pendirian Induk organisasi tennis Itu. Dari berbagai sikap yang lahir - revolusioner, moderat, plintat-plintut - akhirnya golongan tengahlah yang merupakan mayoritas. Pengalaman pahit saat-saat pendirian PSSI tampaknya menjadi cermin pembanding bagi para pelopor PELTI, hingga mereka memilih bersikap Iebih hati-hati meng­hadapi reaksi pemerintah Belanda - mereka tentunya tidak senang melihat setiap kegiatan yang bersifat mem­persatukan kekuatan. Para pendiri PELTI tidak Ingin organisasi yang akan mereka dirikan mati dalam kandungan. Itulah sebabnya PELTI baru berdiri lima tahun kemudian, 1935.






BAB III
PENUTUP
A.      KESIMPULAN
Dari pembahasan diatas, penulis dapat menyimpulkan sebagai berikut:
Tahun 1900 adalah saat bersejarah bagi tennis. Pada tahun itulah Dwight Davis, bintang ganda AS, mcng­hadiahkan sebuah piata Perak untuk diperebutkan dalam turnamen antarnegara, yang kcmudian tenar sebagai "Davis Cup" . Dalam pertandingan internasional pertama antara AS dan Inggris, Amerika unggul 3-0.
Kian populer dan majunya olah raga tennis, tak ayal telah mendorong didirikannya "Federation Internationale de Lawn Tennis" (Federasi Tennis Intcrnasionsl) pada 1912.
B.       SARAN
Penulis menyarankan kepada pembaca pada mumnya serta pendidik pada khususnya, agar dapat memahami serta mengetahui sejarah dari permainan tenis, karena bagaimanapun juga sebuah permainan itu pastilah ada sejarahnya. Sejarah permainan ini berkaitan erat dengan perkembangan olahraga kedepanny.





DAFTAR PUSTAKA
Webesite:
www. Sejarah tenis lantai. Google.com

Selasa, 25 Juni 2013



LAPORAN HASIL ORIENTASI DAN OBSERVASI
PRAKTIK PENGALAMAN LAPANGAN (PPL)
SMP NEGERI 11 SAMARINDA
TAHUN AKADEMIK 2011/2012





 












Digunakan untuk melengkapi salah satu persyaratan penyelesaian
Praktik Pengalaman Lapangan (PPL)



Oleh :
DANIEL GANDUR
NPM: 08112001300575






FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN
INSTITUT KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
PERSATUAN GURU REPUBLIK INDONESIA
KALIMANTAN TIMUR
SAMARINDA
2012
HALAMAN PENGESAHAN

Judul                        : Laporan Hasil Orientasi Dan Observasi Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) SMP Negeri 11 Saamrinda Tahun Akademik 2011/2012
Nama mahasiswa     : Daniel Gandur
NPM                        :  08.11200.1300575
Fakultas                    : Ilmu Pendidikan
Program Studi          : Pendidikan Kepelatihan Olahraga dan Kesehatan
Jenjang                     : Strata I ( S1 )

Dapat diterima dan  disahkan di sekolah pada tanggal 28 Maret 2012 oleh:

Samarinda,   Maret  2012

Guru Pamong



ERHAMSYAH, S.PD
NIP.196610101989031019
 
Mahasiswa PPL



Daniel Gandur
NPM.08112001300575
 
Mengetahui, 
                                                                                               



Dosen Pembimbing





SYAHARUDDIN, S.PD, M.PSI
NIDN.1105066601
Kepala Sekolah
SMP Negeri 11 Samarinda




DRS. ABDULLAH, M.PD
NIP 19680114 1995 121 002






Ketua LPK
IKIP PGRI Kaltim



DRS. QAMARUDIN DJAMSI, M.PD
NIDN.1114075402
 
 


RIWAYAT HIDUP
A.      DATA PRIBADI
1.         Nama Penulis                     : Daniel Gandur
2.         Tempat/Tanggal Lahir       : Metang, 04 Januari 1990
3.         Jenis Klamin                      : Laki-Laki
4.         Agama                               : Khatolik
5.         Pekerjaan                           : Mahasiswa
6.         Alamat                               : Jl. KH. W. Hasyim Gg.Kampus Biru RT.08
7.         Anak yang ke                    : 5 (Lima) dari 5 bersaudara
8.         Riwayat Pendidikan          : SD Tamat tahun 2002
                                                    SMP Tamat Tahun 2005
                                                    SMA Tamat Tahun 2008
                                                    Masuk ke IKIP PGRI Kaltim tahun 2008
B.       DATA KELUARGA
9.         Nama Istri                          : -
10.     Nama Anak                       : -
C.       DATA ORANG TUA
11.     Nama Bapak                      : Yosef Jangu
12.     Nama Ibu                           : Yuliana Wijung


KATA PENGANTAR

Puji dan syukur penulis panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa karena berkat dan rahmat - Nya, penulis dapat menyelesaikan Laporan Hasil Orientasi Dan Observasi Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) SMP Negeri 11 Saamrinda. Laporan ini di susun sebagai salah satu persyaratan dalam mengikuti ujian PPL  pada Fakultas Ilmu Pendidikan jurusan Ilmu Kepelatihan Olahraga IKIP PGRI Kalimantan Timur.
Pada kesempatan ini, penulis mengucapkan terima kasih banyak kepada :
1.        Bapak Rektor IKIP PGRI Kalimantan Timur dan Dekan/Kaprogdi Fakultas Ilmu pendidikan Kepelatihan Olahraga dan Kesehatan IKIP PGRI Kalimantan Timur Samarinda yang telah berkenan memberikan kesempatan kepada penulis untuk menyelesaikan studi pada IKIP PGRI Kalimantan timur Samarinda.
2.        Kepala sekolah, guru pengajar dan staf tata usaha SMP Negeri 11 Samarinda yang telah banyak membantu, membimbing, memberikan motivasi, serta memberikan izin untuk mengadakan PPL kepada penulis.
3.        Bapak Erhamsyah, S.Pd selaku guru pamong yang telah begitu banyak memberikan bantuan, bimbingan, dorongan, nasehat serta pengalaman-pengalaman kepada penulis.
4.        Kedua Orang Tua dan seluruh keluarga atas doa dan bantuan moral serta materi selama perkuliahan hingga penyusunan laporan ini.
5.        Teman-teman seperjuangan yang telah begitu banyak memberikan bantuan serta motivasi kepada penulis selama ini sampai terselesainya penyusunan laporan ini.
6.        Teman-teman PPL dari IKIP yang telah bersama-sama penulis mengadakan PPL di SMP Negeri 11 Samarinda yang begitu banyak memberikan bantuan serta kerja samanya selama PPL berlangsung.
7.        Berbagai pihak yang tidak dapat disebutkan namanya satu-persatu yang telah banyak memberikan bantuan tenaga, pemikiran dan pendapat yang berguna bagi penulis.
8.        Siswa-siswi SMP 11 khususnya kelas VII A dan kelas VII C, yang telah bersama-sama dalam mengikuti mata pelajaran penjaskes bersama penulis selama penulis melaksanakan PPL di SMP Negeri 11 Samarinda tahun ajaran 2011/2012.
Semoga Tuhan yang Maha Esa melimpahkan rahmat-Nya kepada semuanya atas segala kemurahan dan ketulusan hatinya yang diberikan kepada penulis hingga terselesainya laporan ini. Akhirnya sebuah pepatah mengatakan Tiada gading yang tak retak artinya tiada sesuatu yang sempurna. Penulis menyadari sepenuhnya bahwa laporan ini masih jauh untuk bisa dikatakan sempurna. Oleh karena itu segala tegur sapa, kritik dan saran amat penulis perlukan demi kesempurnaannya. Demikian, semoga bermanfaat bagi kita semua.


Samarinda, Maret 2012



Daniel Gandur
NPM.08112001300575

 
 


DAFTAR ISI

                                                                                                                  Halaman
HALAMAN JUDUL                                                                                                 i                      
HALAMAN PERSETUJUAN/PENGESAHAN ......................................               ii
RIWAYAT HIDUP                                                                                                   iii
KATA PENGANTAR                                                                                               iv
DAFTAR ISI                                                          .....................................               vi
DAFTAR TABEL                                                                                                      viii
BAB I        :   PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang................................................................               1         
B.     Dasar Pelaksanaan...........................................................               2
C.     Tujuan ............................................................................               3
D.    Manfaat...........................................................................               3
E.     Jadwal Kegiatan..............................................................               4
F.      Alat Pengumpulan Data..................................................               4
BAB II       :   HASIL PENELITIAN
                       Data Keadaan Sekolah
1.      Sejarah Berdirinya Sekolah.............................................               6
2.      Kelengkapan Administrasi..............................................               6
BAB III     :   PELAKSANAAN TUGAS PPL
A.    Melaksanakan Tugas di Bidang Administrasi.................               18
B.     Melaksanakan Tugas di Bidang Pelajaran.......................               19
BAB IV     :   PEMBAHASAN
A.    Kinerja SMP Negeri 11 Samarinda dalam,
Menunjang Mutu Pendidikan.........................................               20       
B.     Kegiatan Pelaksanaan PPL.............................................               27
BAB V       :   PENUTUP
A.    Kesimpulan.....................................................................               29
B.     Saran-saran......................................................................               29
LAMPIRAN-LAMPIRAN
Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP)
Daftar Nama Guru beserta Pembagian Tugas Dalam Struktur Organisasi Semester Genap Sekolah Menengah Pertama Negeri 11 Samarinda Tahun Pelajaran 2011/2012
Denah Sekolah






DAFTAR TABEL

NO                                     NAMA TABEL                                            Halaman
01.    DATA Kepegawaian SMP Negeri 11 Samarinda              
       Tahun Ajaran 2011/2012 ......................................................................               10                   
02.    Data Keuangan Sekolah SMP Negeri 11 Samarinda
Periode 2011/2012 ...............................................................................               11
03.    Data Keadaan Ruangan SMP Negeri 11 Samarinda
Tahun Ajaran 2011/2012.......................................................................               12
04.    Data Keadaan Sarana dan Prasarana SMP Negeri 11 Samarinda
Tahun Ajaran 2011/2012 ......................................................................               13
05.    Data Keadaan Buku di Perpustakaan SMP Negeri 11 Samarinda ......               15
06.    Data Keadaan Siswa SMP Negeri 11 Samarinda Berdasrkan
Kelas dan Jenis Klamin ........................................................................               17
07.    Data Daya Serap Siswa SMP Negeri 11 Samarinda
Untuk Mmata Pelajaran tertentu...........................................................               17




BAB I
PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang
Dalam era globalisasi teknologi dan informasi saat ini bangsa Indonesia membutuhkan Sumber Daya Manusia yang berkualitas dan dapat bersaing dengan Sumber Daya Manusia Negara Lain. Untuk mencetak SDM-SDM yang berkualitas tersebut maka cara yang dapat ditempuh adalah melalui pendidikan dan pelatihan.
Dalam Tap MPR No.11/MPR/1993 dinyatakan bahwa:
“Tujuan pendidikan adalah untuk meningkatkan kualitas manusia Indonesia, yaitu manusia yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berbudi pekerti luhu, berkepribadian mandiri, maju tangguh, cerdas, kreatif, terampil, berdisiplin, beretos kerja, professional, bertanggung jawab, dan produktif, sehat jasmani dan rohani”.
Sedangkan dalam UU No. 2 Tahun 1989 tentang Sistem Pendidikan Nasional dinyatakan:
“Tujuan pendidikan adalah mencerdaskan kehidupan bangsa dan memgembangkan manusia Indonesia seutuhnya yaitu manusia Indonesia yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dan berbudi pekerti luhur, memiliki pengetahuan dan ketrampilan, kesehatan jasmani dan rohani, kepribadian mantap dan mandiri serta rasa tanggung jawab kemasyarakatan dan kebangsaan”.
Apabila kita perhatikan tujuan pendidikan dalam system pendidikan nasional (Sisdaknas), yaitu membentuk manusia Indonesia seutuhnya dalam arti tersedianya sember daya manusia Indonesia ditengah-tengah bangsa di dunia. Disini ada unsur yang sangat penting yaitu tegaknya eksistensi manusia Indonesia di tengah bangsa-bangsa di dunia.
Demikian juga halnya dengan IKIP  PGRI Kalimantan Timur Samarinda; Untuk mencetak SDM berkualitas dan terampil sesuai dengan jurusan yang ditempuh maka salah satu cara yang dilaksanakan adalah melakukan Praktek Pengalaman Lapangan untuk mengkondisikan para mahasiswa pada kondisi lapangan yang sebenarnya yang akan dihadapi kelak sesudah mahsisiwa tersebut lulus.
B.     Dasar Pelaksanaan.
Praktek Pengalaman Lapangan bagi mahasiswa IKIP PGRI Kalimantan Timur dilaksanakan berdasarkan:
1.         Surat Keputusan Direktorat Perguruan Tinggi Nomor 398/DIKTI/Kep/1992 tanggal 19 Agustus 1992.
2.         Kurikulum Perguruan Tinggi Tahun 1997 dan Tahun 1999/2000.
3.         Kalender Akademik IKIP PGRI Kalimantan Timur.
4.         Visi, Misi dan Strategi yang tertuang didalam program kerja serta Rencana Induk Pengembangan IKIP PGRI Kalimantan Timur.
5.         Surat Keputusan Rektor IKIP PGRI Kalimantan Timur Nomor 165/IKIP PGRI/2002 tanggal 14 September 2002.
6.         Surat tugas masing-masing mahasiswa.

C.      Tujuan.
Melalui Praktek Pengalaman Lapangan mahasiswa mendapatkan pembimbingan dan pelatihan secara nyata dalam rangka memberikan dasar bagi kompetensi lulusan yaitu tersedianya tenaga guru yang professional serta memiliki integritas dan kredibilitas yang tinggi untuk meningkatkan mutu pendidikan di Kalimantan Timur pada khususnya.
D.      Manfaat.
Setelah mengikuti kegiatan PPL diharapkan mahasisiwa IKIP PGRI Kalimantan Timur memiliki kemampuan:
1.         Menguasai pembuatan perangkat KBM antara lain : Program Tahunan, Program Semester, Rincian Hari Efektif, AMP, SP, RP, Analisis Hasil Ulangan Harian, Program Evaluasi Pembelajaran, TP dan DP.
2.         Memiliki kemampuan menyampaikan materi sekaligus penguasaan metode/teknik mengajar, serta memiliki kemampuan dalam merumuskan TPU dan TPK.
3.         Memahami tentang :
a.         Administrasi pengajaran
b.        Administrasi kesiswaan.
c.         Administrasi kepegawaian.
d.        Administrasi bimbingan dan konseling.
4.      Memahami tentang konsep wawasan wiyata mandala.
5.      Mampu menyelesaikan tugas membuat laporan hasil pelaksanaan tugas PPL sesuai dengan kerangka/ sistematika yang ditemukan.
E.     Jadwal Kegiatan.
Praktek Pengalaman Lapangan (PPL) dilaksanakn mulai tanggal 14 Oktober  2010 sampai dengan tanggal 10 Maret 2011 di SMP Negeri 11 Samarinda.
Adapun jadwal kegiatan PPL adalah sebagai berikut:
1.         Penyerahan mahasiswa sekaligus pelaksanaan orientasi di sekolah tempat PPL tanggal 20 September 2012
2.         Bimbingan oleh guru pamong dalam rangka membuat persiapan mengajar 21 September 2012.
3.         Tugas mengajar terbimbing dari tanggal 23 September 2012 sampai dengan 2 Maret 2012.
4.         Tanggal 14 Februari 2012 persiapan pelaksanaan ujian PPL.
5.         Tanggal 14 Februari – 28 Februari 2012 pelaksanaan ujian PPL.
6.         Tanggal 10 Maret 2012 pelepasan mahasiswa PPL dari sekolah tempat PPL sekaligus penyelesaian administrasi dan lain-lain.
F.     Alat Pengumpulan Data.
Dalam melakukan praktek pengalaman lapangan ini penulis menggunakan data tehknik pengumpulan data yaitu sebagai berikut:
1.         Penelitian lapangan (field work research) dimana data dikumpulkan langsung dari obyek PPL yaitu SMP Negeri 11 Samarinda. Pengumpulan data dengan cara:
a.         Wawancara
b.        Observasi.
2.         Penelitian kepustakaan (Liberary research) yaitu penulis mengadakan penelitian kepustakaan untuk dapat mengenai beberapa konsep teori yang berhubungan dengan masalah pelaksanaan PPL.